Lakukan yang terbaik untuk orang tercinta disamping anda

Minggu, 23 Oktober 2011

Resume Presentasi Softskill Kelompok 4

Komunikasi Dalam Berorganisasi
 Komunakasi erat hubungannya dengan interaksi antar sesama sebagai makhluk sosial.Manusia membutuhkan komunikasi antar sesama manusia untuk mendapatkan informasi,komunikasi dapat dilakukan antar individu,kelompok ataupun massal.Komunikasi dalam organisasi sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut.


Beberapa fungsi komunikasi sebagai berikut yaitu:
Fungsi Normatif yang semua anggotanya dapat memperoleh informasi ter update.
Fungsi Regulatif merupakan fungsi yang digunakan untuk menyalurkan informasi bertingkat yang bersumber dari atasan kebagian bawahan.
Fungsi Persuasif mendorong anggota agar anggota lebih proaktif dalam organisasi dengan persuasif atau ajakkan dibandingkan dengan perintah hal ini dapat dilakukan oleh pemimpin organisasi.
Fungsi Integratif merupakan fungsi yang yang bertujuan untuk memberikan saluran yang memungkinkan anggotanya melakukan pekerjaan dalam organisasi lebih baik.
Tema persoalan yang diambil kelompok 4 adalah perubahan nama stadion Jakabaring di Palembang dengan nama Gelora SB,perubahan nama yang diusulkan oleh KONI ini banyak penolakan dari berbagai pihak,ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dan komunikasi yang dilakukan oleh KONI.Menurut saya hal ini tak dapat dijadikan alasan penolakkan dari berbagai pihak karena memang sudah menjadi kebiasaan antar partai politik terutama oposisi di Indonesia yang saling mencari-cari alasan untuk menjatuhkan satu sama lain.

Resume Presentasi Softskill kelompok 3

Proses yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

Permasalahan yang menghadang hendaknya dilakukan penyelesaian agar masalah itu tidak berlanjut dan semakin besar.Pengambilan keputusan yang baik dapat menentukan cepat terselesaikannya masalah.Keputusan adalah hasil proses pemikiran atas beberapa alternatif yang digunakan untuk memecahkan permasalahan,dalam pengambilan keputusan ada 5 hal yang mendasari dalam pengambilan keputusan yaitu:Intuisi,rasional,fakta,pengalaman,kewenangan.Pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok.Saat mengambil keputusan banyak hal yang harus dipertimbangkan terutama yang menyangkut dengan kepentingan umum atau bersama.
Fakta yang diambil dalam tema proses mempengaruhi pengambilan keputusan yaitu tentang Reshuffle kabinet presiden,yang akhir-akhir ini banyak diperdebatkan banyak pihak termasuk para media masa.Dalam hal ini presiden berwenang untuk memilih bakal calon menteri yang akan membantunya didalam pemerintahan. Semoga saja keputusan apapun yang diambil oleh presiden kita saat ini sifatnya umum atau lebih tepatnya untuk kepentingan rakyat dan bukan individu.

Jumat, 14 Oktober 2011

Resume Presentasi Softskill Kelompok 2

Resume Presentasi Softskkill Kelompok 2
Konflik dalam Organisasi
      Definisi organisasi sendiri menurut dosen softskill saya adalah Kumpulun dari dua orang atau lebih yang bertujuan untuk mencapai tujuan bersama.Dalam organisasi tiap-tiap individu anggota organisasi memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda,perbedaan inilah yang kadang membuat kuarng bersatunya tiap-tiap anggota untuk mencapai tujuan dari organisasi yang telah dibuat.Dari berbagai macam organisasi yang ada kelompok 2 mengambil contoh organisasi dari studi kasus partai demokrat yang didera berbagai macam problema salah satunya kasus nazarudin yang mengkorupsi uang negara yang begitu banyaknya...
      Dalam berbagai macam konflik yang terjadi dalam organisasi,kelompok 2 juga menerangkan tentang 5 poin strategi penyelesaian konflik dalam organisasi yaitu integrating, obliging, dominating, avoiding, dan compromising,yang kelima-limanya telah dijelaskan oleh kelompok 2. Menurut kelompok 2 sendiri penyelesaian masalah yang dapat digunakan lebih efektif adalah compromising, namun dosen softskill sendiri berpendapat bahwa yang paling efektif adalah kelima-limanya harus dikombinasikan untuk dapat menyelesaikan konflik organisasi yang lebih efektif.
    Itu saja resume dari kelompok 2 yang dapat saya sampaikan.




Resume Presentasi Softskill kelompok 1

Resume Presentasi Kelompok 1
Arti Penting organisasi dalam Masyarakat
Definisi masyarakat yaitu sekumpulan makhluk sosial yang saling berinteraksi dalam kesehariannya. Interaksi ini akan menjadi jelas dan terarah jika difasilitasi oleh sebuah organisasi. Organisasi dengan tujuan tertentu dapat mengubah pola hidup masyarakat di lingkungan organisasi tersebut untuk mencapai tujuan bersama.
Ada berbagai jenis organisasi, salah satunya adalah organisasi formal dan informal. Kedua organisasi ini berbeda dalam struktur dan kepemimpinan.Dalam diskusi kelompok pertama mengambil contoh dari organisasi FPI (Front Pembela Islam). Mereka memperbincangan aksi mereka akhir-akhir ini yang dinilai kurang pantas, apalagi mereka membawa nama suatu agama. Hal ini semakin diperkuat dengan adanya media yang terus memberitakan sisi negatif dari FPI, yang disinyalir sengaja untuk pengalihan isu politik.
Saat perdebatan diskusi berlangsung ada banyak audience yang bertanya seperti berikut:
Pertanyaan: Termasuk ke dalam organisasi formal atau informal kah FPI? Apakah FPI dilindungi oleh UUD?
Jawaban: FPI adalah organisasi formal karena organisasi ini memiliki struktur kepemimpinan yang jelas. FPI tidak dilindungi oleh UU, tapi lebih tepatnya mereka yang harus mengikuti aturan UU.
Organisasi yang baik punya beberapa ciri dan kriteria. Faktor utama untuk membentuk suatu organisasi yang baik adalah visi dan misi awal yang jelas serta dukungan dari anggota yang mumpuni.
Pertanyaan: Apakah FPI merupakan organisasi yang baik jika mereka bertindak anarkis?
Jawaban: Secara struktur dan visi misi awal pembentukan, FPI adalah organisasi yang bagus,akan tetapi ulah dari anggotanya yang diluar batas jadi mencemarkan nama FPI.
Dalam berorganisasi, tentunya ada sifat dan sikap tertentu yang harus dimiliki baik oleh ketua maupun anggota.Itulah sedikit review yang dapat saya berikan.

Kamis, 29 September 2011

Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia

     Penduduk yang semakin bertambah tiap tahunnya di indonesia mengakibatkan berbagai macam permasalahan.
Diantara permasalahan tersebut penataan ruang lingkup penduduk terabaikan dan kurang tertata rapi, terlebih konflik dalam kubu pemerintahan yang kian hari kian carut marut oleh kegiatan KKN(Korupsi,Kolusi dan Nepotisme),hal ini berdampak pada kesejahteraan rakyat yang kian dihiraukan oleh pemerintah.
     Masyarakat yang semakin padat di kota-kota besar berujung pada meningkatnya tingkat pengangguran yang disebabkan kurangnya skill SDM masyarakat yang masih kurang,hal ini juga akan berdampak pada peningkatan tingkat kejahatan yang kian hari semakin mengkhawatirkan.Tingkat perbandingan ekonomi antar masyarakat menengah atas dengan masyarakat menengah kebawah makin mencolok dikarenakan jumlah penduduk yang tak bisa dibendung jumlahnya.Pemerintah tak hanya tinggal diam untuk pesatnya pertumbuhan warganya, dengan diadakannya program KB oleh BKKBN diharapkan pertumbuhan penduduk bisa ditekan, agar tak ada lagi istilah "banyak anak banyak rezeki", inilah sekilas tentang pertambahan penduduk di Indonesia.

Rabu, 28 September 2011

Konflik dalam organisasi

        Istilah konflik berasal daripada perkataan Latin conflictus yang berarti striking together. Konflik dapat terjadi dimana saja selagi ada interaksi sesama manusia. Banyak definisi tentang konflik telah dikemukakan oleh para penyelidik yang menjalankan kajian ke atas gelagat organisasi yang mengalami konflik. Antaranya, satu definisi ringkas tentang konflik telah dikemukakan oleh Moorhead dan Griffin (2004) yaitu konflik merupakan ketidaksetujuan antara pihak-pihak yang terlibat. Menurut mereka, apabila manusia, kumpulan-kumpulan atau organisasi-organisasi tidak setuju terhadap isu-isu tertentu, maka konflik biasanya timbul.
        Konflik merupakan suatu gejala dimana individu atau kelompok menunjukkan sikap atau perilaku “bermusuhan” terhadap individu atau kelompok lain, sehingga mempengaruhi kinerja dari salah satu atau semua pihak yang terlibat. Keberadaan konflik dalam organisasi, ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari bahwa telah terjadi konflik di dalam organisasi, maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah terjadi konflik, maka konflik tersebut menjadi suatu kenyataan.
       Sering kita temukan dalam setiap organisasi tentang adanya sikap pro dan kontra dalam memandang konflik. Ada pimpinan yang memandang konflik secara negatif dan mencoba untuk menghilangkan segala jenis konflik yang ada. Para pimpinan ini bersikeras bahwa konflik akan memecah-belah organisasi dan menghambat terciptanya kinerja yang optimal. Konflik memberikan indikasi tentang adanya suatu ketidakberesan dalam organisasi, dan adanya prinsip-prinsip atau aturan aturan yang tidak dilaksanakan dengan baik. Pandangan yang berbeda terhadap konflik beranggapan bahwa konflik tidak mungkin dihindari. Semua bentuk ketidaksetujuan mengandung konflik, namun hal itu tidak perlu menimbulkan pertengkaran yang hebat. Para pimpinan yang setuju dengan pandangan ini berpendapat bahwa jika pihak-pihak yang berkonflik bersikap dewasa dan percaya diri, maka apapun masalah yang menjadi sumber konflik akan dapat diselesaikan dengan baik. Mereka ini percaya bahwa kinerja organisasi yang optimal memerlukan tingkat konflik yang optimal atau moderat. Tanpa konflik, akan ada rasa tidak memerlukan perubahan, dan perhatian tidak terfokus pada masalah. Karena itu yang dibutuhkan adalah bagaimana mengelola konflik sehingga konflik tersebut dapat dipertahankan pada tingkatan tertentu (optimal atau moderat) sehingga menimbulkan situasi kondusif dalam organisasi.

Pendapat saya tentang dosen Teori Umum 1

Dosen Teori dan Organisasi 1 yang mengajar dikelas saya(2ka07) cukup tegas dalam mengajar mahasiswanya serta memberi bimbingan dalam mengerjakan tugas yang diberikan beliau sehingga mahasiswa dapat mempelajari apa yang telah diterangkan oleh beliau.Sebagai mahasiswa saya mengharap kesediaan dosen untuk dapat lebih menghargai hasil kerjaan yang telah dilakukan mahasiswa,sekecil apapun apresiasi yang diberikan dosen sangat berarti bagi mahasiswanya dan juga lebih mendengarkan apa yang diinginkan mahawsiswa dalam masalah nilai agar tak ada yg kecewa pada keduanya baik pada dosen ataupun mahasiswanya.